Jumat, 05 April 2024
How does it feel to be alive? #3
How does it feel to enjoy a good food?
My mood and my energy got way much better. My mind was getting calmer and more positive, like it was easier to handle. Sometimes I become so sleepy afterwards. Sometimes I become so energized to do things I love: write a blog post, watch YouTube videos, and continue to read some unfinished books. Work? I hope so. Well, sometimes I become procrastinator just because I feel like I can pull through everything at once; I know, my bad. But the thing is, it feels so good to know my body accepts the food I ate. It feels good to know my body is still functioning properly to absorb calories and support me to do activities. It feels so good to feel myself is strong enough to walk, to run, to think, to smile, to laugh, to socialize. I hope every food I ate will always be my loyal ally, both to do much more positive things and embrace the negative emotions, instead of enemy that drags me down into things I couldn't deal with. I hope every food I ate will always give me a reason to live each day as it comes.
Postscript:
"How does it feel to be alive?" is a compilation of notes and positive affirmations I made for myself being more mindful towards simple things in life.
#30haribercerita
#30hbc24
#30hbc2403
Rabu, 03 April 2024
How Does It Feel to Take A Breath Easily?
How does it feel to be alive? #2
How does it feel to take a breath easily?
The oxygen is so light to breath in. The carbon dioxide is so easy to breath out. After taking a deep breath, my chest feels a bit relieved. I hope I could easily breath out the pressure and problems as well, but it just came out with the air around me. It just happens like this, then happens again and again along with the pulses in my wrists. "Whatever happens, keep on breathing". It is a reminder to keep going on and going on no matter how much, how scary, and how hurtful my problems are, cause my breath will always support me that way till the end. It won't change until I die, right? The moving sense in every organ while breathing is like a friend who always physically be there with me till my very last time.
Postscript:
"How does it feel to be alive?" is a compilation of notes and positive affirmations I made for myself being more mindful towards simple things in life.
#30haribercerita
#30hbc24
#30hbc2402
How Does It Feel to Be Kissed by The Sunshine?
How does it feel to be alive? #1
My cheeks felt so warm. It was neither a hug nor a fire. It was like a couple of warm hands held my cheeks tight, but the warmth level was kinda high and in a constant power. The sunshine didn't hurt me, but I knew it shouldn't kiss me for too long or I would literally get sunburned. It was enough just in a few minutes. It was enough to prove and remind me that I was still alive. Sunshine kisses felt so good, so healthy, so "oh I'm alive I can feel it on my skin right away".
Postscript:
"How does it feel to be alive?" is a compilation of notes and positive affirmations I made for myself being more mindful towards simple things in life.
#30haribercerita
#30hbc24
#30hbc2401
Kamis, 28 Maret 2024
Nanti di Jalan Masing-Masing
![]() |
| Source: x.com/yomei10movie |
Jika suatu hari nanti kita tidak bersama-sama lagi, aku harap kamu sehat. Jangan lupa jaga makan, aku tahu tubuhmu kurang kuat. Jangan lupa jaga pikiran, aku tahu berisik di kepalamu kadang jahat. Jangan lupa jaga perasaan, aku tahu impianmu besar dan sulit bagimu mengusahakan semuanya dalam waktu singkat. Aku tahu beberapa hal tentangmu, aku yakin takkan bisa melupakannya begitu saja, tapi cukup sampai di situ.
Mungkin besok atau kapan, aku tak lagi bisa menemanimu ke tempat wisata yang ramai dibicarakan orang di seluruh penjuru kota. Cerita kita akan tetap di masa itu, juga setidaknya tersimpan dalam kamera. Itu pun jika kameranya masih bisa digunakan. Sayang, aku tidak bisa menjanjikan masa depan. Tak satu pun dari kita mampu. Setiap dari kita mengerti, cepat atau lambat, kita akan bertemu perpisahan. Berpisah dalam bentuk apa saja; baik atau berkonflik, damai atau ramai, masih lama atau tiba-tiba. Namun, sampai saat itu datang, bisa ya tiada benci di antara kita? Meski tidak bisa saling berjanji, semoga kita bisa saling memaafkan.
Tulisan ini bukan untuk membuatmu menangis. Tulisan ini untukku menerima bahwa tidak ada yang namanya selamanya, sekalipun kita. Tanpa harus terucapkan, akan selalu ada selamat tinggal setelah salam kenal, dan itu biasa. Segalanya berlangsung sementara, dan itu biasa. Namun, selama ini dan sampai kapanpun, aku senang melihatmu terus melanjutkan hidup. "Teruslah hidup sampai embusan napas terakhirmu, ya." Setidaknya itulah satu pesan sekaligus janji yang tidak kuingkari, dan itu luar biasa.
Terima kasih banyak. Meski belum genap dari sama-sama, satu per satu dari kita sudah berjalan sendiri-sendiri. Tetap saja, terima kasih. Terima kasih sudah hidup dengan bahagia selama momen-momen sementara bersamaku. Terima kasih sudah tertawa dan menangis dengan tulus di depan mataku. Jika nanti keseharianmu berjalan tanpa ada lagi sapaanku, tulisan-tulisan ini akan menggantikan suaraku. Meski tidak cukup dan tidak akan pernah cukup, kamu tahu, bukan aku yang menginginkan kepergian lebih dulu, tapi waktu. Kamu tahu, aku memilih untuk menghabiskan waktu-waktu terakhir bersamamu. Lalu mungkin kini, sudah waktunya kita cukup sampai di sini. Mungkin kini, sudah waktunya kita kuat menghadapi kenyataan sendiri-sendiri.
Sampai nanti. Sampai jumpa di waktu lain (yang semoga) kita bisa bertemu lagi.
Dari yang tak mampu di sisimu lebih lama dari surat ini,
Matsuri.
Catatan:
Tulisan ini terinspirasi dari film Jepang yang berjudul The Last 10 Years. Film tersebut diangkat dari kisah nyata seorang perempuan yang didiagnosis suatu penyakit sehingga hidupnya tinggal 10 tahun lagi. Di dalam film, perempuan tersebut bernama Matsuri. Di penghujung hidupnya, Matsuri bertemu kembali dengan Kazuto, teman lamanya. Tulisan ini adalah surat yang seolah-olah ditulis oleh Matsuri kepada Kazuto.
Minggu, 17 Maret 2024
Euforia Sementara
Semoga kompilasi euforia sementara yang pernah ada tidak lupa mengingatkan bahwa hidup tidak selamanya tentang duka.
Pikiran dan perasaan negatif memang kadang juaranya mendominasi. Aku juga tidak tahu kapan masa susah akan berhenti. Namun, sejak aku belum resmi menjadi penduduk bumi, Allah Yang Maha Tahu sudah berjanji bersama kesulitan ada kemudahan. Sungguh, bersama kesulitan ada kemudahan. Disampaikan-Nya janji itu dalam dua ayat berturut-turut. Sekarang, diriku yang tak bisa menerawang masa depan, mana yang lebih kupercaya antara sejuta pikiran buruk atau Tuhanku satu-satunya?
Duka ada untuk sementara. Euforia ada untuk sementara. Hidup pun ada untuk sementara. Jangan nyerah ya pada hidup.
Langganan:
Postingan (Atom)