Malam dan Keberanian-Keberaniannya
![]() |
| Lima bunga gerbera artinya harapan. |
Aku takut. Aku takut bertemu hari esok. Aku takut bangun besok pagi. Aku takut bertemu orang. Aku takut melakukan salah lagi. Aku takut sendirian. Aku takut.
Aku ingin berhenti sekarang. Aku ingin semuanya berhenti. Aku tidak ingin besok ada. Aku tidak ingin melanjutkan besok. Aku ingin semuanya disudahi. Aku ingin dipeluk.
Here comes the rain
So many scars never fade
This is the price of war
And we've paid with time
Tanpa pelukan siapapun semalam penuh, paginya aku bangun. Aku masih bangun. Mataku terbuka, kakiku bergerak, jari tanganku bisa ditekuk. Aku utuh. Aku selamat. Aku selamat dari malam kemarin.
Aku lelah, tapi aku ingin berangkat kerja pagi ini. Aku tahu aku tidak akan bisa membayar uang sewa kos bulan depan kalau aku tidak bekerja. Aku tidak akan punya tempat tinggal kalau aku tidak membayar uang sewa. Aku tahu aku harus bergerak, aku berdiri.
Aku bisa berdiri. Aku bisa berjalan. Aku bisa menggigil karena air mandi pagi ini dingin sekali. Aku bisa berganti baju. Aku bisa bersolek. Aku bisa memakai sepatu. Aku bisa mengendarai motor yang berhasil membuatku tiba di tempat kerja. Aku bisa bekerja. Aku bisa menyelesaikan pekerjaanku hari ini.
Pulang kerja dan kembali ke kamar, ponselku menunjukkan pukul delapan malam. Saat itu kusadari aku sudah lupa. Aku lupa kenapa aku menangis di kamar ini kemarin malam tepat di jam ini juga. Bantalku sudah kering, tidak ada bekas air mata yang pernah merembes di sana. Aku sudah tidak sedih, pikirku. Syukurlah malam ini aku bisa tidur dengan tenang, batinku.
"Nikmati saja."
"Jalani saja."
Suara orang-orang tiba-tiba terngiang di kepala.
Tidak. Aku tahu menikmati dan menjalani saja apapun yang terasa berat dan sulit itu tidak mudah. Tidak ada yang kuinginkan selain berhenti berpikir berlebihan malam ini. Aku hanya ingin tidur, istirahat dengan tenang. Aku hanya ingin berfungsi kembali esok hari. Malam ini aku ingin kepalaku tenang, tidak berisik, dan melanglang jauh pada masa depan di luar jangkauanku. Malam ini aku tidak ingin berpikir.
Let's move along, it's late
The sun will rise once again
This field is lined with the brave
Souls in relief
Tanpa aku berpikir terlalu jauh, pagi datang lagi. Langit berganti pemandangan, seolah turut menyuruhku untuk berpikir kembali. Setelah pola tidur yang terjaga, punggungku kuat bangun kembali. Nyeri-nyeri di seluruh sendi tidak terasa. Aku bisa membayangkan apa saja yang akan kulakukan hari ini dan aku antusias. Masih ada beberapa deadline menanti untuk dikejar, tapi aku baik-baik saja. Hidupku saat ini baik-baik saja.
We'll fight fight till there's nothing left to sayWhatever it takesWe'll fight fight till your fears, they go awayThe light is gone and we know once moreWe'll fight fight till we see another day
Ini tentang napas yang dihirup bebas setiap hari. Ini tentang isi tengkorak yang berteriak cemas setiap pagi. Katanya, keberanian adalah ketakutan setengah mati yang tetap diperjuangkan.
Berhenti di degup detik ini bisa jadi opsi, tapi solusi adalah hal lain yang lebih menghargai kerja keras selama ini. Selama darah berisi oksigen yang dihirup keberatan itu masih diterima atrium. Selama harap berisi afirmasi dalam kepala yang diliputi kecemasan itu masih dipeluk kranium.
Segalanya jadi bukan tentangmu, tapi kamu harus menjalani segalanya yang di depan, menerima segalanya yang sudah dilewatkan. Sebab segalanya juga tentang denyut dada dan kepala yang sudah berkenan terus berjalan tanpa diminta. Terus saja sama-sama, berjalan selama mungkin.
Catatan: beberapa kalimat dalam huruf miring adalah penggalan lirik lagu "Fight The Night" oleh ONE OK ROCK yang mewakili inspirasi cerita ini.