Hal-Hal yang Utuh dan Tumbuh Selama Jauh
![]() |
| Sumber: wibusubs.moe |
Sudah lama aku ingin menyampaikan padamu; hal-hal yang membuatku kehilangan, dan membuatmu kehilangan juga. Jika saja kita bisa memutar waktu, aku ingin kamu lebih awal mendengarnya langsung dariku.
Aku tidak ingin kabur, tapi aku harus melakukannya. Saat itu, keluarga yang kuanggap utuh menjadi rapuh, terbagi dua di kota ini dan kota lain. Segala yang tak kuinginkan terjadi begitu cepat dan aku meninggalkanmu. Maaf. Maaf aku meninggalkanmu tanpa satu pun kalimat perpisahan, aku menyesalinya. Aku terus menuliskanmu, menuliskan namamu, mengingat janji kita bertemu yang belum tunai itu. Kamu waktu itu, aku yakin kamu tidak baik-baik saja. Perasaan bersalah dan khawatir mengikutiku sampai di kota jauh itu.
Kenapa, ya? Hidup tidak menunggu kita selesai dengan masa lalu. Ia tetap berlanjut, memaksa kita menghadapi berbagai hal baru. Rasa tanggung jawab yang lebih besar menghantui dan sebelum aku siap, aku kehilangan lagi.
Kehilangan sosok berharga yang memberikanku alasan hidup, hidupku sendiri jadi bingung akan dibawa ke mana. Kehilangannya membuatku kehilangan mimpi dan diri sendiri. Kehilangannya seperti berusaha keluar dari hutan luas tanpa petunjuk arah. Menyesal kenapa kuputuskan memasuki hutan itu dalam kondisi tanpa kompas dan peta dari awal. Namun, tidak semua orang mengerti. Kamu pun tidak perlu memaksakan diri untuk mengerti, tidak apa-apa.
Bertemu lagi denganmu setelah beberapa tahun, aku menyadari suatu hal. Pribadimu yang berusaha memahami sisi tersulitku ketika aku sendiri belum memahami jalan keluarnya itu, itu mendebarkan. Debar yang awalnya kutakuti, tapi kamu tidak biarkanku menghadapinya seorang diri. Ternyata bagiku, kamu masih sama: perempuan pemberani yang menyelamatkanku dari kehilanganku sendiri. Keberadaanmu membuatku paham bahwa aku tidak benar-benar sendiri; bingung sendiri, merasa kehilangan sendiri, bahagia sendiri. Terima kasih banyak. Di antara perasaan yang awalnya kukira kualami sendiri, terima kasih juga telah datang dan memastikan bahwa aku tidak jatuh cinta sendirian.
Tentang jatuh cinta, sebetulnya itu bukan tiba-tiba. Debar menyenangkan yang tidak pernah benar-benar rapuh di dada, ternyata berangsur tumbuh berlipat ganda. Dalam jarak jauh darimu pun, tidak ada yang lebih dekat denganku melebihi perasaan ingin berjumpa denganmu. Segala tentangmu tidak mungkin terhapus dalam benak. Kenyataannya, tidak ada nama lain yang kudambakan sebagaimana aku mendambakanmu. Aku tidak tahu bagaimana ke depannya, tapi saat ini bisa berada di dekatmu saja, aku tenang, dan bagiku itu cukup.
Rasanya lega. Akhirnya aku bisa menuliskanmu hal-hal yang kepalaku sendiri sulit mengurainya selama ini. Saat ini sudah berbeda dari beberapa tahun lalu. Sekalipun ada bagian dari surat ini yang tidak kamu mengerti, setidaknya kamu tahu bahwa aku ada di sisimu sekarang. Semenakutkan apapun bayangan masa lalu, masa kini lebih penting, dan aku ingin tetap maju menghadapinya bersamamu, sampai akhir.
Pasanganmu dengan versi terbaru yang kausukai,
Tanaka Kou.
Catatan:
Tulisan ini terinspirasi dari karya-karya adaptasi manga Jepang yang berjudul Ao Haru Ride atau Blue Spring Ride dalam bahasa Inggris. Ceritanya tentang dua remaja labil bernama Yoshioka Futaba dan Tanaka Kou. Keduanya saling memendam perasaan satu sama lain, tapi keadaan membuat mereka menghadapi berbagai trauma. Tulisan ini adalah surat yang seolah-olah ditulis Kou kepada Futaba.